DI. BILOKKA, DAERAH POTENSIAL PERTANIAN YANG MASIH KEKURANGAN AIR

Integrated Participatory Development and Management of Irrigation Program (IPDMIP)

Salah satu daerah irigasi di bawah pengelolaan kewenangan Provinsi di Sulawesi Selatan adalah DI. Bilokka. Secara administrasi, DI.Biloka ini masuk dalam wilayah Kabupaten Sidenreng Rappang. DI ini mengalami peningkatan status kewenangan pengelolaan, dari kewenangan Kabupaten menjadi DI Kewengan Provinsi. Sudah dua tahun ini status DI.Bilokka berubah karena ada perluasan lahan dari 935 Ha menjadi 1.005 Ha.

IMG_7409.JPG

8 Mei 2018

Permasahan air masih menjadi kendala dalam pengembangan sektor pertanian khususnya padi, padahal tingkat produktivitas tanaman padi di daerah ini tergolong tinggi. Dalam satu hektarnya rata-rata menghasilkan gabah kering mencapai 7-8 ton dalam setiap panennya. Dalam satu tahun rata-rata petani di wilayah ini melakukan dua kali musim tanam.

 

“Saat musim hujan tiba kami sangat terbantu karena curah hujan disini mampu diandalkan”, ujar Tamsul salah satu petani pengguna air yang ditemui. Kondisi ini berbeda ketika musim kemarau tiba, walaupun air Sungai Bilokka tidak pernah kering namun tetap saja tidak mencukupi kebutuhan air yang diperlukan untuk mengairi sawah. “Sistem irigasi ini sangat membantu dalam pembagian air, namun tetap saja belum mampu membagi air secara merata”, imbuhnya. Di sebagian Daerah Irigasi lainnya masih ada wilayah lain yang belum mendapatkan aliran air secara merata .

 

Jika sudah begini, para petani biasanya mengandalkan pompa untuk mengambil air dari Sungai Bilokka. Tiap petani rata-rata memiliki 4 sampai 5 pompa yang digerakkan dengan tenaga solar maupun gas elpiji. “Kadang kami rugi tenaga, hasil panen yang didapat terkadang hanya impas untuk mengganti biaya yang dikeluarkan untuk mengairi sawah”, kata Tamsul.

 

Para petani pengguna air ini sangat berharap adanya peningkatan irigasi yang mampu menjamin pembagian air secara merata. “Jika air sudah mampu mengairi sawah kami secara merata, kami tidak perlu repot-repot lagi mengeluarkan biaya tambahan untuk opersional pompa air”, sambung Tamsul menutup diskusi ringan di pintu air Daerah Irigasi Bilokka.